Monday, September 7, 2009

JANGAN BIARKAN "UANG" JADI PENGHALANG


Pendidikan bagi sebagian orang selalu terkendala oleh biaya. Bahkan di era saat ini, masih terlalu banyak generasi muda kita yang tak tamat SD, SMP, dan SMA. Adapula yang sedikit lebih beruntung, bisa mengenyam pendidikan hingga taraf SMA tapi tak mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi (S1) krena lagi-lagi masalah biaya. Niat, kemauan, dan kemampuan ada, tapi apa daya, dana yang mengambil suara. Tak ada yang salah dengan saudara-saudara kita yang krang beruntung seperti itu, hanya saja ada yang kurang, yakni “semangat”.
Sedikit curhat, berdasarkan pengalaman pribadi, kebanyakan orang mengangap bahwa kuliah di UI dan hidup di jakarta identik dengan satu kata “MAHAL”. Satu kata yang menampar telak wajah anak daerah yang bahkan belum pernah menginjakkan kaki di ibu kota. Mengendurkan semangat dan bahkan hampir membunuh asa. Tak hanya mereka yang kurang mampu, bagi yang kondisi orang tuanya berada di taraf “cukup” pasti ngeri untuk membayangkan berkuliah di universitas sekaliber UI. Padahal anggapan itu tak sepenuhnya benar. Pengalaman pribadi saya mengatakan bahwa biaya yang dikeluaran untuk survive di jakarta hampir sama dengan yang “akan” saya keluarkan jika saya memilih berkuliah di daerah saya sendiri (surabaya).
Berbicara tentang kata “semangat” yang saya singgung di atas karena menurut saya masih banyak generasi muda kita yang memiliki niat, kemauan, dan kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang S1 tapi kurang memiliki semangat. Hal ini akan terlihat ketika di dihadapkan pada kesulitan ekonomi, maka dia memilih mundur dan tidak melanjutkan S1. Padahal andai saja ia mau menghidupkan api semangat di dadanya dan menjaga agar api itu tak mudah padam walau dihantam angin dan badai, saya yakin ia akan mampu melaluinya. Dengan semangat yang ia miliki ia psti akan selalu berfikir bahwa kuliah dan pendidikan nomer satu, yang lain bisa nyusul! Masalah biaya??? Banyak jalan yang bisa di tempuh, beberapa di antaranya adalah :

Beasiswa
Di perguruan tinggi terutama yang cukup punya “nama”, tersedia cukup banyak beasiswa. Ada yang diperuntukkan bagi mahasiswa dengan IPK tinggi atau bagi mahasiswa yang kurang mampu. Ada pula bentuk softlone atau pinjaman lunak dalam jangka panjang yang bisa diberikan. Khusus di UI, rektor UI yakni Prof. Dr. der soz Gumilar Rusliwa Soemantri telah menetapkan dalam SK Rektor bahwa UI tidak akan pernah mengeluarkan mahasiswanya hanya karena masalah finansial. Selain itu, di tingkat kemahasiswaan UI ada pula yang namanya adkesma baik di tingkat BEM atau himpunan mahasiswa. Makanya, jangan takut kuliah terutama di UI!!

Kerja dan Magang
Menjalani profesi ganda sebagai mahasiswa juga pekerja adalah hal yang lumrh dilakukan. Banyak sekali mahasiwa yang bekerja dengan berbagai macam alasan : mencari tambahan biaya hidup, membayar kuliah, atau sekedar mencari pengalaman saja. Lagi-lagi berbicara tentang UI, pihak UI menyediakan kuota untuk magang di berbagai bidang di UI, misalnnya di bagian administrasi kemahasiswaan, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain.

Selain cara-cara tersebut, secara praktik masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan. Kedua opsi tersebut hanyalah rangkuman dari berbagai cara yang bisa ditempuh orang-orang penuh semangat yang berusaha survive demi pendidikan. So keep fight guys!!

WARNA BARU DI LANGIT ANDROMEDA (Baca: JADI MABA!!!")


Setelah lebih dari 12 bulan tak lagi melukis di langit andromeda, alhamdulillah akhirnya kini bisa menghiasi lagi warna langit dengan aneka tinta. Kini andromeda hadir dengan warna baru yang tak lagi putih abu-abu. Masa SMA nan indah telah berlalu (hikz T_T) dgantikan masa perkuliahan yang mengejutkan (hwkkkwkwkw).

Mau curhat dikit nih tentang kisah-kisah selama menjadi maba (baca:mahasiswa baru) di kampus yang terkenal dengan sebutan “menara gading” dan populer dengan sebutan “kampus perjuanan”. Yang patut disyukuri adalah bahwa di kampus andromeda tercinta sudah mengklaim diri sebagai kampus yang anti-perpeloncoan dan anti kekerasan. Meski demikian, karena andromeda berada di jurusan komunikasi, ospek yang harus dilalui sebanyak tiga kali. Huaaaa..... sempat bikin shock. Ada ospek universitas atau disebut OKK, ospek fakultas, dan ospek jurusan. Satu lagi nih yang paling tak terlupakan, paduan suara angkatan 2009!! mari kita lihat mozaik-mozaiknya.


OKK UI

Orientasi Kehidupan Kampus di UI kali ini mengambil tema “Think Globally, Act Locally”. Inti acaranya adalah lebih care ma lingkungan kita. Berfikir untuk kebaikan secara global dengan melakukan tindakan-tindakan di tingkat lokal. Cuma satu hari aja sih, tapi lumayan dapet esensinya. Pastinya, jadi lebih peduli ma lingkungan lah! Tak perlu dengan cara-cara yang rumit dan tingkat tinggi, yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan kita adalah dengan mulai membiasakan diri menggunakan kertas bolak-balik, tidak memakan barang berbahan styrofoam, mengurangi penggunaan plastik, membiasakan memakai buddy bag untuk mengurangi penggunaan tas plastik, and many more. Selain itu, pertama kali punya teman di UI juga lewat OKK nih! Nyesel deh buat yang nggak ikutan (hohoohoho). Hanya saja ada satu hal yang disayangkan, yakni tagline “Think Globally Act Locally” belakangan diketahui tidak orisinil melainkan jiplakan dari buku Creating Excellence-nya Pak T.P. Rachmat. Padahal di OKK kita di ajarkan juga agar tidak plagiat. Hahahahha....


Paduan Suara Angkatan 2009

Huaaaaa... yang ini tak terlupakan deh! Berlatih padus dengan Pak A.G Sudibyo ato Maz Dibyo J yang adalah dosen komunikasi juga memiliki berjuta warna!!! (Cie...cie... ) Awalnya mungkin ngebosenin, tapi lama-lama ngangenin!! Huhuhu...

Hari pertama ketika show up paduan suara angkatan 2009 yang berjumlah 4000 mahasiswa lebih- adalah hari yang tak terlupakan. Pertama kali memakai jakun (baca:jaket kuning) di balairung, berada di tribun atas, dan memandang kakak-kakak tingkat yang di wisuda. Terharu banget pokoknya!!! Apalagi ketika kakak-kakak yang cumlaude maju ke depan, atau ketika dibacakan deretan prestasi yang telah ditorehkan mahasiswa-mahasiswa UI, duuuuuhhh...jadi makin pengen nangis!!! Di dalam hati udah bertekad “harus cumlaude!!! Harus berprestasi!!!” (Amiiinnn J). Berasa banget di dalam hati pokoknya!! Harus buat bangga orang tua!!!


Ospek Fakultas (PSAF)

Ospek fakultas lebih dikenal dengan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas atau PSAF. Cukup mnyenangkan, meskipun tak dapat dipungkiri di setiap ospek pasti ada bentakan dan teriakan, tapi enjoy aja lah! Badai pasti berlalu! (hahahahahah)

Yang tak terlupakan adalah ketika harus mengibarkan bendera FISIP yang diikat sedemikian rupa sehingga lebih terksan nempel di atap auditorium gedung M. Ceritanya nih hari terakhir PSAF, ada dua orang teman dan satu orang ketua angkatan kita yang digugurkan PSAF dan “dipulangkan”, singkat kata kita naik banding dan disuruh mengibarkan bendera FISIP itu agar teman kita dikembalikan. Huaaaa.... fight banget pokoknya!! Cowok-cowoknya berjuang mati-matian membuat piramida bak cheerleader dan cewek-ceweknya memberi semngat dengan menynyikan mars garda oranye. Situasinya mendukung banget buat netesin air mata, tapi karena jaim ndromeda sama sekali tak turun hujan (hahahahhaa). Keren banget lah pokoknya!!


Ospek Jurusan

Yang ini nih yang paling ajiiiiiiibbbb!!! Full tugas and many more! Di awal-awal paling nge-bete-in pokoknya! Name tag, buku tanda-tangan, buku tugas dan segala macamnya harus sama satu angkatan (baca:121 orang) bahkan sampai detail-detail terkecil. Padahal desain name tag dan buku tugas bener-bener bikin pusing banget, ditambah lagi harus sama se-angkatan. Kebayang nggak? Huhuhu... Tapi ternyata, di balik itu semua ternyata ada esensinya. Setelah mendapat “pencerahan” dari tiga orang kakak-kakak 2006 yang waktu itu diwawancarai bersama teman-teman, kita jadi sadar, bahwa kakak-kakak 2007 (yang jadi panitia ospek) terlalu baik buat kita. Benar-benar merasa seperti “ditampar” dan ditunjukkan wajah asli angkatan 2009! Sedih banget pokoknya! Tapi kita jadi tau, bahwa ada banyak hal yang harus diperbaiki dan dikompakkan lagi di angkatan 2009! Salut and a lot of thanks buat kakak-kakak 2007! Tapi andromeda yakin, dengan “membaca” keadaan saat ini, angkatan 2009 lebih dari bisa dan sanggup untuk jadi lebih kompak! Tak lupa pula, yang cowok jagin yang cewek yaaa!!! Yuhuuuu... hwkkwkkkw :)

Wednesday, July 23, 2008

KENAPA KITA HARUS MARAH??


Sobat, mungkin masih hangat di telinga kita pemberitaan di media masa beberapa bulan yang lalu tentang Reog Ponorogo diklaim sebagai budaya masyarakat Malaysia. Beberapa waktu sebelumnya, lagu daerah “Rasa Sayange” dan Batik asli Indonesia pun diklaim sebagai kebudayaan Negara tetangga yang berbahasa Melayu ini. Kontan saja rakyat Indonesia yang “merasa peduli” menjadi kebakaran jenggot. Para seniman dan pemerhati seni tak terima dengan aksi penjiplakan ini dan menuntut pemerintah Malaysia untuk meminta maaf. Bahkan, seniman-seniman Reog asal Ponorogo pun rela berjalan kaki berhari-hari demi menyuarakan aksinya di depan gedung Kedutaan Malaysia di Jakarta. Situasi sempat memanas. Bahkan masyarakat yang selama ini tak terlalu peduli pada budaya-budaya daerah pun ikut-ikutan mengumpat Malaysia. Para blogger dunia maya pun saling cela lewat blog-blog mereka. Dan saat itu, pertanyaan yang menggantung di benak saya adalah ”Kenapa mereka baru sadar setelah kehilangan?” Kenapa tidak dari dulu budaya kita ini dipelihara, dilestarikan, bahkan bila perlu diberi hak cipta agar tak dijiplak bahkan diakui sebagai budaya bangsa lain.

Berjuta pertanyaan yang menggantung itu ternyata hanya menyesakkan dada. Pasalnya, amat jelas kenyataan di depan mata kita bahwa generasi muda yang harusnya melestarikan dan menjaga budaya bangsa lebih mencintai budaya luar yang kebarat-baratan. Tak ada lagi para remaja –ataupun bila ada pasti sangat sedikit jumlahnya- yang mempunyai kepedulian terhadap seni Reog. Bagaimana cara membuatnya? Bagaimana cara memainkannya? Dan lain sebagainya. Ini baru kesenian Reog, bagaimana dengan batik, karawitan, tari-tarian daerah lainnya,lagu-lagu daerah lainnya, atau bahkan bahasa dan aksara jawa kita sendiri yang sudah mulai terdegradasi. Bahasa dan aksara Jawa, yang mungkin adalah hal yang sangat pokok dalam kebudayaan Jawa, sudah mulai luntur dan tak dikenal. Dimana tanggung jawab kita terhadap budaya ini? Dimana rasa malu kita bila ternyata orang-orang asing lebih mahir dan lebih berminat mempelajari budaya kita, sedangkan remaja-remaja kita ternyata lebih mahir berbahasa Ingrris, Prancis, Jepang, dan Jerman daripada bahasa tanah leluhurnya? Coba bandingkan kemampuan berbahasa asing mereka dengan kemampuan ber-krama inggil! Tentu kita akan tahu bagaimana wajah kebudayaan kita saat ini. Dimana harus kita letakkan rasa malu kita bila untuk mempelajari Bahasa Jawa sampai tingkat S2, kita harus mempelajarinya di Suriname? Di luar negeri dan bukan di tanah Jawa ini sendiri. Bagaimana dengan kebudayaan lain? Karawitan misalnya. Beberapa teman saya terang-terangan bilang tak mengetahui apa itu karawitan. Beberapa lainnya menganggap seni karawitan itu kuno, jadul, dan ”nggak banget”. Bagi mereka, yang masuk kategori ”keren” adalah hentakan musik Rock yang diusung band-band barat semacam Linkin Park, My Chemical Romance, dan Blink 182. Tak heran bila lagu-lagu daerah banyak yang hilang dari ingatan dan bahkan dianggap lagu ”katrok”, lagu kampungan yang tarafnya jauh di bawah lagu-lagu ciptaan orang luar. Benar-benar ironi yang mengenaskan.

Dan pertanyaan selanjutnya, seberapa besar ”kepantasan” kita untuk marah bila budaya kita ”dicuri” bangsa lain? Sedangkan budaya negeri sendiri saja kita tak mengerti, kita tak peduli bila belum dicuri. Setelah dicuri pun adakah perubahan pada negeri ini? Adakah usaha usaha untuk melestarikan budaya lewat generasi mudanya? Harus sampai kapan Indonesia terus menjadi negeri kaya budaya tapi tak mengerti cara menjaga? Dan remaja? Ah, ternyata lebih bangga dengan budaya Amerika dan antek-anteknya.

TEENAGERS


Teenagers….

Teenagers atau dalam bahasa Indonesia kita sebut remaja adalah saat manusia berumur belasan tahun. Di masa remaja ini manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi juga tidak dapat disebut anak - anak. Jadi, masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak - anak menuju dewasa dan berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.

Pada masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa inilah terjadi pembentukan jati diri kita atau disebut juga ”masa pencarian jati diri”. Pada masa ini –menurut para ahli- didefinisikan sebagai masa yang tidak stabil. Remaja umumnya cenderung untuk terpengaruh pada lingkungan sekitar terutama teman-temannya. Misalnya, karena berteman dengan anak yang hobi berolahraga, lambat laun kita pun akan meniru kebiasaannya berolahraga. Tapi coba bayangkan bila kita berteman dengan ’penggila’ rokok, apa kita yakin kita tidak akan terpengaruh kebiasaanya itu?? Awalnya mungkin kita tidak mau menyentuh barang berbahaya itu, tetapi dengan alasan solidaritas tidak menutup kemungkinan kita akan terpengaruh dan mulai mencoba-coba rokok .

Sobat, masih bayak sekali hal-hal berbahaya di luar sana yang siap ’menerkam’ kehidupan para remaja yang tidak mawas diri. Narkoba, free sex, tawuran, miras dan lain sebagainya masih sering kita dengar bergaung diantara kehidupan remaja di sekitar kita. Parahnya, kebanyakan dari remaja melakukannya bukan karena mereka tidak mengetahui bahayanya tetapi mereka melakukannya atas dasar kata ”solidaritas” yang semu. Semu karena kata solidaritas ini bukanlah berada di tempat yang seharusnya. Solidaritas antarteman bukan dengan saling merusak seperti ini. Solidaritas juga bukan dengan saling mengiyakan saat diajak masuk ”neraka”. Salah besar bila kamu memaknai solidaritas dengan mengikuti temanmu yang merusakkan dirinya sendiri dan tentu saja merusakmu. Seharusnya solidaritas itu kamu tunjukkan dengan mengangkat temanmu ke jalan yang benar.

X-crew percaya tak ada remaja di dunia ini yang ingin menjadi manusia ’rusak’ atau menjadi orang yang tidak sukses. Semuanya, bahkan mereka yang bertempat tinggal di kolong jembatan pun pasti memiliki keinginan untuk menjadi orang sukses. Jadi bagaimana caranya agar kita menjadi remaja yang sukses?.

Bersyukur

Ya, bersyukur. Kenapa kita harus bersyukur?! Karena nyatanya banyak remaja yang hidupnya hancur karena dia tidak bersyukur dengan apa yang dia miliki. Uang jajan berlebih dari orang tua digunaknnya untuk membeli putaw, minuman keras, atau sekadar having fun di klub malam. Padahal, bila kita mau menengok ke bawah sana, masih banyak orang yang untuk makan saja harus mengorek-ngorek tong sampah. Banyak pula yang menggunakan dalih broken home untuk ‘menghambakan’ dirinya di jalan kesesatan. Padahal di luar sana, di panti asuhan atau di pinggir jalan. Banyak sekali anak-anak yang bahkan tidak tahu siapa orang tua mereka. Sedangkan kita –meskipun dengan status broken home- tetap memiliki kedua orang tua meskipun mungkin mereka tak lagi hidup bersama. Sobat, anak-anak di pinggir jalan itu hidup serba kekurangan tapi mereka masih bisa tertawa menatap dunia. Karena apa? Karena mereka bersyukur!

Pengendalian Diri.

Pengendalian diri bertalian erat dengan rasa syukurmu. Jangan mudah terpengaruh ajakan teman hanya dengan buaian ”solidaritas” semu atau dorongan hawa nafsumu. Kamu membutuhkan pengendalian diri yang kuat untuk ’bertempur’ disana. Pejamkan matamu dan ingatlah bahwa kamu mempunyai Tuhan, kamu mempunyai masa depan. Jadi, kenapa hal tercela tersebut harus kamu lakukan?! Don’t be afraid to say NO!!

Tanggung jawab.

Sebagai remaja, minimal kamu bertanggung jawab pada dirimu sendiri dan masa depanmu. Memang segala sesuatunya Tuhan yang menentukan, tapi kitalah yang wajib mengusahakannya. Selain itu, kamu harus ingat sobat, bahwa tanggung jawab yang paling utama adalah kepada Tuhan atas semua nikmat dan karunia-Nya serta kepada Orang Tua untuk do’a, kasih sayang, dan kerja keras mereka untuk kita. Dengan perasaan bertanggung jawab inilah, dengan sendirinya kamu akan sadar pentingnya belajar karena kamu adalah seorang pelajar, pentingnya beribadah karena kamu adalah mahluk-Nya,dan pentingnya berbakti pada orang tua karena kamu besar dengan air mata, darah, dan peluh mereka.

Planning Your Future

Hal penting yang sering dilupakan remaja adalah merencanakan masa depan mereka. Kebanyakan remaja menjalani masa-masa sekolah mereka tanpa planning masa depan yang jelas. Mereka seolah membiarkan semuanya terjadi dan mengalir begitu saja. Contoh paling simpel untuk hal ini terlihat jelas saat kita akan penjurusan di SMA atau saat menetukan fakultas yang akan kita masuki di universitas. Ketika akan penjurusan, kebanyakan dari para remaja hanya ikut-ikutan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi diri mereka. Begitu pula yang sering terjadi ketika para siswa yang telah lulus hendak memilih fakultas di perguruan tinggi. Padahal salah satu faktor yang menentukan kesuksesan seseorang adalah rencana yang matang. Dengan rencana yang matang untuk masa depan kita, kita menjadi lebih mudah menjalani dan menata masa depan kita tanpa terpengaruh oleh orang-orang yang ingin membelokkan kita dari tujuan kita. Selain itu dengan memiliki rancangan rencana yang jelas, kita juga membuktikan bahwa kita sudah memasuki masa pendewasaan diri dan memiliki tanggung jawab pada masa depan kita. Jadi, mulailah untuk merencanakan masa depanmu sobat!

Nah sobat Ekspresi, itulah saran-saran yang dapat X-crew berikan agar kamu bisa menjadi remaja yang sukses. Tapi ingat sobat, sukses tidak hanya di dunia saja, karena yang paling penting adalah sukses di akhirat. Berani mengambil sikap, berani bertanggung jawab, dan buktikan pada dunia bahwa kamu adalah remaja yang bisa dibanggakan. Ganbatte kudasai!!!

Thursday, May 22, 2008

BERANILAH BERMIMPI!!!

Saya seringkali mengamati bocah-bocah kurang beruntung yang meminta-minta diantara kepulan asap kendaraan bermotor saat lampu merah menyala. Tak peduli panas terik ataupun hujan. Wajah dan tubuh mereka hitam karena terbakar cahaya matahari, Baju lusuh seadanya, dengan penampilan keseluruhan yang mengesankan ‘tidak-terurus-dengan-baik’. Pemandangan seperti ini hampir setiap hari saya dapati saat berangkat ataupun pulang sekolah. Mereka adalah wajah-wajah yang seharunya masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Tetapi nasib dan keberuntungan mungkin sedang tidak berpihak kepada mereka.

Memandangi anak-anak yang kurang beruntung itu, saya seringkali teringat pada sebuah Novel tertralogi yang ditulis berdasarkan pengalaman masa kecil penulisnya. Novel tentang perjuangan, pendidikan, persahabatan, dan kedahsyatan energi mimpi. Novel tetralogi Laskar Pelangi. Karya asli putra Indonesia –Andrea Hirata- yang menjadi best seller bahkan kini diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Novel ini bercerita tentang kegigihan sepuluh sahabat –anggota Laskar Pelangi- yang bersekolah di SD Muhamadiyah kampung di pedalaman Pulau Belitong (kini provinsi Bangka Belitung). Sekolah Dasar yang digambarkan hampir roboh dan saat malam hari beralih fungsi menjadi kandang hewan ternak ini ternyata memiliki anak-anak dengan otak cemerlang, misalnya saja Lintang, bocah kecil anak seorang nelayan ini adalah seorang jenius alami yang kemampuan akademiknya benar-benar luar biasa. Sayangnya, saat kelas tiga SMP, ia terpaksa putus sekolah karena ayahnya –yang merupakan tulang punggung keluarga- telah meninggal dunia. Lintang yang merupakan anak pertama secara otomatis mengambil alih peran ayahnya untuk menghidupi sebelas orang anggota keluarganya dan dengan sangat terpaksa meninggalkan bangku sekolahnya. Alasan yang klasik memang, ‘meninggalkan bangku sekolah karena kesulitan ekonomi’. Tapi itu adalah kenyataan dan itulah potret nyata pendidikan bangsa Indonesia. Saat membacanya, saya dan siapapun yang masih memiliki ‘hati’ tentu merasa tidak terima dan seolah ingin berteriak pada telinga ‘orang-orang berharta’ agar membuka mata hati mereka, merasa marah pada ‘tikus-tikus berdasi’ yang menghabiskan uang Negara dan kecewa pada diri sendiri yang mungkin menyianyiakan arti sebuah pendidikan. Sosok kedua adalah Ikal, si ‘peringkat-dua-abadi’ ini merasa sangat terpukul karena kehilangan teman dan sahabat terbaiknya. Ia tidak terima dengan keadaan Lintang yang putus sekolah. Kegagalan Lintang-lah yang akhirnya menjadi cambuk bagi dirinya untuk selalu berusaha dan berusaha agar tidak menjadi sosok ‘Lintang yang ke-dua’. Semangatnyalah yang memacunya hingga ia sampai di Sekolah Menengah Atas dan bekerja menjadi kuli ngambat untuk memenuhi mimpi-mimpinya yang luar biasa yakni menginjakkan kaki di Universitas Sorbone-Prancis. Mungkin terdengar konyol, mimpi seorang anak pedalaman yang ingin menggapai ‘puncak’ di Universitas Sorbone. Tetapi, bersama sahabatnya -Arai- ia tak pernah lelah menerjang karang-karang kehidupan dan mengubahnya menjadi batu pijakan untuk melangkah lebih tinggi lagi dan menggapai mimpi. Ikal, yang merupakan sosok masa kecil dari si penulis sendiri pada akhirnya berhasil meraih beasiswa dari Uni Eropa untuk mengenyam pendidikan strata dua di Universitas Sorbone-Prancis. Prestasi yang luar biasa bukan?!

Sobat, disini saya tak hendak mengulas dengan detail Novel tetralogi Laskar Pelangi. Namun yang menjadi pokok pembicaraan ini adalah sebuah pertanyaan yang seringkali menghantui saya : Apakah saya dan anda adalah orang yang pantas menduduki bangku sekolah terutama di SMA terpandang di Kota Sidoarjo ini atau di kota manapaun anda berada? Padahal kita masih seringkali tidak menjalankan kewajiban kita sebagai seorang pelajar. Lihatlah betapa banyak pelajar yang bolos sekolah untuk kesenangan dan hura-hura semata, tawuran, miras, drugs, sex bebas, dan lain sebagainya yang merupakan tidakan-tindakan yang menyiayiakan ‘sebentuk keberuntungan’ yang dikirim Tuhan pada kita. Padahal, mungkin orang-orang seperti Lintang, Ikal, Arai, atau anak-anak gelandangan-lah yang seharusnya lebih pantas berada di ‘posisi’ kita dan mendapatkan semua fasilitas pendidikan kita. Mungkin saja dengan fasilitas yang kini kita sia-siakan itu, mereka kelak bisa menjadi orang-orang yang lebih berguna dalam membangun bangsa dan Negara.

Sobat, bukan berarti dengan tulisan dan kata-kata saya, saya menganjurkan pada anda untuk ‘putus-sekolah-massal’ dan memberikan semua fasilitas pada orang-orang yang kurang beruntung. Tapi saya hanya ingin mengajak kalian berkaca, bila Tuhan telah memberikan begitu banyak kemudahan dan keberuntungan pada nasib kita dibandingkan orang lain, haruskah kita menyianyiakan semuanya? Tidakkah kita merasa bersalah pada Tuhan, orang tua, bapak-ibu guru, dan orang-orang tak beruntung yang mungkin ‘menungggu’ kesuksesan generasi-generasi yang beruntung seperti kita untuk mengangkat mereka dari kesusahan.

Sobat, bila Ikal dan Arai, dengan keterbatasan mereka dan hanya memiliki energi mimpi untuk merangkai mozaik-mozaik hidupnya menjadi wujud cita-cita yang nyata. Lalu kenapa anda harus berhenti dan stag pada mimpi anda yang hanya setinggi pohon kelapa. Kenapa saya dan anda yang memiliki segala bentuk keberuntungan tak berani menerjang karang dan mengubahnya menjadi batu untuk pijakan meraih mimpi? Tidakkah anda ingin memiliki mimpi setinggi bintang gemintang? Yang walaupun mungkin kelak kita tak bisa mencapainya, tetapi tentulah tangan kita telah menembus langit nan tinggi disana. Lebih baik bukan daripada hanya ‘mimpi’ setinggi pohon kelapa? Jadi, mulai sekarang beranilah untuk memiliki mimpi dan cambuklah dirimu dengan energi mimpi-mimpimu. Terbanglah setinggi apapun dan jangan sia-siakan semua yang kini telah kau genggam. Ingatlah sobat, mereka yang kurang beruntung, menitipkan mimpi-mimpinya di pundakmu, di pundak orang-orang yang diberi ‘keberuntungan’ oleh Tuhan. (niz)

Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu – Arai.

Monday, April 28, 2008

Guys, Broken Home Bukan Penghalang Kesuksesan!!!!


Zaman rupanya sudah memasuki usia senja. Tentunya kita turut berduka akan maraknya perceraian yang akhir-akhir ini seolah-olah menjadi topik hangat di tayangan-tayangan televisi. Kebanyakan memang perceraian di kalangan artis-artis papan atas ataupun para pejabat. Tapi, tak dapat dipungkiri, hal seperti itu tentunya juga melanda nasib sobat-sobat kita yang kurang beruntung.

Acap kali, perceraian orang tua membawa dampak yang kurang baik bagi anak mereka. Apalagi yang mnginjak usia dewasa. Mereka umumnya mengerti namun tak bisa memahami. Kebanyakan dari mereka memberontak pada keadaan dan lari dari kenyataan, dan an parahnya, ajang pelarian mereka adalah hal-hal yang tidak baik.

Well, aku percaya, sobat Andromeda adalah sosok-sosok yang mampu berfikir dewasa. Bila kalian atau teman kalian adalah seorang broken home yakinkan pada mereka bahwa bagaimanapun, yang mampu memperbaiki keadaan adalah diri kita sendiri. So jangan pernah putus asa apalagi minder hanya karena kita be a broken home. Nggak ada yang pengen ditakdirkan memiliki keluarga yang nggak utuh. Justru kalian harus menatap dunia dan meneriakkan dengan bangga bahwa kalian adalah seoarang broken home yang sukses menatap masa depan.


Berfikirlah positif bahwa ini mungkin yang terbaik.

Tak ada gunanya memaksakan dua orang yang mungkin sudah tidak memiliki kecocokan lagi untuk terus bersama mengarungi bahtera rumah tangga. Tentunya orang tua kita memiliki alasan kenapa mereka memilih jalan perceraian. Befikirlah positif, bahwa ini adalah yang terbaik bagi mereka dan juga bagi kita. Konon berfikir positif dalam menghadapi masalah dapat membuat kita lebih mudah menjalaninya daripada menghadapi masalah tersebut dengan anggapan ’kitalah yang paling menderita’. Tentunya Tuhan telah menyiapkan suatu hikmah untuk kita petik dari apa yang terjadi pada keluarga kita.


Belajarlah untuk bersikap ikhlas.

Tak mudah memang berada dalam keadaan yang mungkin jauh berbeda pasca perceraian. Tetapi cobalah untuk mengikhlaskan semuanya. Mungkin ini semua akan membuka pintu kebahagiaan bagi orang tua kita yang memang rumah tangganya tak dapat dipertahankan lagi atau mungkin suatu saat kita akan menyadari bahwa ini semua ternyata juga yang terbaik bagi kita.


Jangan pernah berfikir untuk melakukan hal-hal bodoh yang malah akan merugikanmu.

Nah ini yang sedikit berbahaya. Kecenderungan orang-orang yang frustasi adalah berusaha melarikan diri dari hal-hal yang membuat ia tertekan. Yang paling sering dilakukan remaja adalah nge-drugs, miras, bahkan bunuh diri. Mereka yang labil akan mencari pelarian, bila tempat pelarian mereka salah tentu mereka akan tergigiring pada hal-hal negatif. Nge-drugs dan miras mungkin akan membuat kita fly sejenak, tapi percayalah itu semua tak akan pernah membereskan kita dari masalah, tetapi malah memperparah kondisi kita serta menghancurkan masa depan kita. Bila alasannya mencari perhatian ortu, percayalah tak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Justru kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu nggak kalah hanya dengan masalah seperti ini. And the next, bunuh diri. Ini pun bukan jalan keluar sobat! Jangan pernah lakukan tidakan bodoh itu karena hanya neraka yang akan didapatkan. Mungkin sesaat kita bisa terbebas dari hal-hal duniawi, tapi tentunya negeri akhirat lebih kekal. Selain itu, percayalah bahwa masa depanmu masih panjang dan kamu bisa membuat hidupmu lebih indah tanpa menjamah hal-hal yang mungkin akan menghancurkan hidupmu.


Dekatkan diri kepada Tuhan dan mohonlah kekutan kepadaNya.

Sobat Ekspresi, Tuhan tak mungkin memberi cobaan di lur batas kemampuan manusia. Mendekatlah dan berserahlah kepadaNya. Mohonkanlah kekuatan kepada Allah Yang Maha Kuat. Karena hanya Tuhan yang Maha Megetahui kemampuan tiap-tiap hambanya dan hikmah di balik tiap peristiwa.


Percayalah semuanya akan berlalu dengan baik-baik saja.

Sobat, percayalah bahwa yang kalian hadapi saat ini pasti akan segera berlalu. Karena kehidupan berputar dan waktu terus berjalan. Next, jangan pernah jadikan diri kalian sebagai ’tumbal’ atas nama perceraian orang tua. Jangan pernah korbankan masa depan kalian di jalan drugs, miras, free life, apalagi bunuh diri hanya karena kalian nggak bisa terima keadaan. Lepaskanlah emosi negatif secara positif yakni dengan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Menagis dan kecewa, itu wajar. Tapi, jangan ikuti kesediahan kalian secara berlarut-larut. Bangkitlah, ubahlah emosi negatif menjadi energi positf. Buktikan pada dunia kalian nggak kalah hanya karena masalah ini. Meskipun be a broken home,broken home yang tangguh dan sanggup meraih masa depan yang cerah. Lakukan itu demi masa depanmu, demi dirimu dan orang-orang yang menyayangimu.

AGAR BELAJAR TAK KECECERAN



Jadi pelajar SMA?!? Hmmm… problemnya tuh pasti seputar tugas… tugas… tugas… ulangan… ulangan…. Dan tak ayal lagi, BELAJAR!! Fiuhhfff… mau gimana lagi sobat, namanya juga pelajar! Pasti hidupnya nggak jauh dari itu-itu aja kan! Padahal itu belum termasuk urusan-urusan organisasi yang membuat kepa la rasanya butek banget, belum pula urusan di rumah, disuruh ini, disuruh itu, dan masih banyak lagi. Kalo kayak gini, belajar pun rasanya nggak ada yang nyangkut di otak gara-gara otak kita sudah terlalu “over load”. Aarrrrrghhhhhh gimana donk?!

Eh.. kalem dong sobat! Tenang aja, pasti ada solusi-solusi agar pelajaran yang kamu pelajari nggak lari kemana-mana alias tetep nyangkut di otak. Apa aja tuh?

Refresh Your Mind

Untuk menyerap pelajaran dengan baik, kita butuh otak yang fresh. So, ketika jadwalmu padatnya nggak ketulungan (duileee) maka beristirahatlah sebentar sebelum belajar agar otak dan tubuhmu fresh juga. Jangan lupa juga berdo’alah sebelum belajar agar apa yang kamu pelajari semakin mudah diterima otak.

Step By Step

Jangan memaksakan diri belajar dengan sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam. Hasilnya nggak akan maksimal, yang ada malah banyak materi yang terlewatkan begitu saja atau cuma nyantol ‘ujung-ujungnya’ doank! So, mulailah belajar step by step dengan mencicil pelajaran sedikit-demi sedikit serutin mungkin. Bisa dimana saja, misalnya sebelum tidur, saat istirahat di sekolah, saat jam kosong, di angkot, dan lain sebagainya.

Understanding The Lessons

Pahamilah pelajaran yang kamu pelajari. Jangan hanya dibaca sepintas lalu. Mulailah dengan memberi catatan-catatan kecil di tepi buku atau berilah garis bawah pada hal-hal yang penting di bukumu. Untuk soal-soal yang berisi rumus-rumus, rajin-rajinlah berlatih soal agar kamu semakin paham dengan pelajaran tersebut.

Making Note and Conclusion

Belajar yang baik itu sebenarnya dengan membuar rangkuman, hal ini akan semakin memantapkan pemahaman kita. Buatlah catatan berbentuk table-tabel perbandingan, peta konsep, atau bentuk-bentuk lain yang menurutmu akan lebih mudah kamu pelajari. Untuk soal-soal yang disertai rumus, agar cepat hafal, buatlah daftar hafalan rumus dalam ukuran lumayan besar dan tempelkan di dekat tempat tidurmu atau di dekat meja belajarmu. Kalo perlu bikin yang warna-warni, karena konon katanya warna membantu daya ingat kitaterhadap sesuatu.

Choosing Ideal Time for study

Pilihlah waktu yang tepat untuk belajar dan jangan lupa untuk mencari suasana yang mendukung proses belajarmu agar lebih lancar lagi. Waktu yang tepat dan suasana ini terngantung pada tiap-tiap individu. Ada yang hanya bisa belajar saat suasanan hening atau malah saat suasana ramai. Kalo kamu tipe-tipe yang hanya bisa konsentrasi pada suasana hening,maka jangan sekali-kali belajar sambil nonton teve. Lain lagi kalo kamu tipe-tipe yang lebih cepat menerima pelajaran sambil mendengarkan musik, maka mendengarkan radio atau tape dengan musik slow mungkin bisa membantumu. Sekedar usul dari X-Crew, belajar saat subuh ternyata cukup membantu loh! Karena otak kita telah beristirtahat dan saat itu otak kita benar-benar masih fresh! Yang terpenting, kenalilah karakter model belajarmu sendiri agar hasilnya maksimal. Semangat ya!!!

POLIGAMI DALAM ISLAM????



Poligami adalah masalah sensitif yang secara ketat oleh Islam. Tidak sembarang orang bisa melakukan poligami.

Hmmm Sobat, Poligami di Indonesia selalu menjadi masalah yang sangat menghobohkan. Beberapa tahun yang lalu, da’i kondang Indonesia diberitakan secara besar-besaran karena melakukan poligami. Banyak pihak yang mengecam, ada yang setuju, namun ada pula yang angkat tangan dan geleng-geleng alias nggak mau tahu. Btw nih sobat, daripada kita ikut-ikutan ribut nggak jelas, atau main cap sana-sini, dan lebih jauh lagi membawa-bawa nama agung Rasulullah dan Agama Islam, ada baiknya kita sama-sama sejenak melihat dengan objektif masalah poligami. Kita bahas satu-satu ya…

Poligami Bukan Produk Islam

Selama ini kaum yang tidak menyukai Isdiperhatikan lam senantiasa berusaha menjatuhkan Islam dan mendiskretkan Rasulullah sebagai “tukang kawin” yang mencontohkan umatnya untuk beristri banyak. padahal mereka SALAH BANGET sobat, karena sebenarnya tradisi poligami sudah turun temurun dari generasi ke generasi sejak islam belum turun. Coba deh teliti lagi tentang Raja-raja yang memiliki puluhan istri (selir-selir). Mereka mengenal poligami sejak sebelum Islam turun di muka bumi.

Jadi, simpelnya tradisi poligami sudah berurat akar dalam kehidupan manusia sejak zaman dahulu kala, dan Islam datang justru untuk membatasi poligami agar tidak sewenang-wenang dan tetap menghargai wanita. Hal ini jelas dilakukan Rasulullah manakala beliau menyuruh para sahabatnya yang memiliki istri lebih dari empat untuk menceraikan istri-istrinya sehingga hanya memiliki empat orang istri. Sedangkan Rasulullah sendiri, melaksanakan poligami untuk mengatasi masalah sosial yang kala itu terjadi akibat seringnya terjadi peperangan. Pada kondisi tersebut, banyak janda dan anak yatim korban perang. Kondisi ini dapat dilihat dari perkawinan yang dilakukan Rasulullah dengan Saudah binti Zam’ah bin Qais. Beliau kehilangan suami tercintanya ketika berhijrah ke negeri Habasyah untuk menyelamatkan diri dari Kaum Quraisy. Berbagai ujian dan intimidasi dihadapainya di negeri asing sebagai janda, apalagi di usianya yang telah lanjut. Pernikahan ini pun dilangsungkan Rasulullah setelah hanya menikah dnegan Khadijah selama 28 tahun yang kemudian wafat dan Rasulullah menduda selama dua tahun. Jadi Saudah-lah yang dinikahi Rasulullah setelah wafatnya Khadijah, bukan Aisyah seperti yang sering dilansir beberapa pihak.

Poligami dalam Islam

Poligami dalam Islam memang memiliki nash yang jelas. Allah berfirman :

”Maka kawinlah wanita-wanita yang kamu senang : dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisa : 3 )

Namun bagi sebagian Ulama, dalil ini juga masih harus dicermati konteksnya karena ayat ini meletakkan kutamaan poligami dalam konteks perlindungan pada janda korban perang dan anak yatim piatu yang harus dilindungi manakala perang terjadi. Ayat ini juga bersambungan dengan An Nisa ayat 129 :

”Dan kamu sekali-sekali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istrimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan). Maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Karena itulah poligami dalam Islam merupakan hal yang sangat dijaga ketat pelaksanaannya sejak zaman Rasulullah. Para Ulama kontemporer seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad Al Madan yang ketiganya merupakan ulama terkemuka Al Azhar - Mesir lebih memilih memperketat masalah izin poligami.

Bila ada sebagian orang yang menyatakan poligami adalah sunnah itu juga termasuk hal yang keliru karena Rasulullah pernah melarang Ali bin Abi Thalib untuk memadu Fathimah. Seperti halnya ketika seseorang akan menikah, maka banyak hal yang berkaitan dengan boleh atau tidaknya menikah. Sesorang yang mau menikah harus memenuhi syarat mampu secara mental dan finansial, maka seperti itu pula yang berlaku pada poligami. Hukumnya sangat ditentukan oleh kondisi seseorang bahkan juga kondisi masyarakat dan orang-orang yang berkaitan dengannya. Jadi, pada dasarnya hukum poligami adalah mubah atau boleh. Artinya Rasulullah tidak menganjurkan bahkan Rasulullah seringkali mengingatkan akan beratnya poligami yang akan dilakukan. Lagipula nih sobat, wanita berhak kok sebelum perkawinannya mengajukan syarat kepada suaminya agar tidak di madu. Hal seperti ini dianggap sah dan suami wajib menaatinya. Hayoo... pernah baca novelnya Habiburrahman El Sirazy yang judulnya 'Ketika Cinta Bertasbih' nggak? Pasti pernah dong, kalo pernah di dalamnya ada suatu episode yang membahas tentang ini, ada rujukan kitabnya juga loh! Sayanngya aku lupa nama kitabnya apa... heheh... :)

The last, poligami memang berat dan membutuhkan keikhlasan serta pemahaman agama yang mendalam. So daripada ribut-ribut dan salah kaprah mendingan kita belajar islam aja yuk!! (niz/disarikan dari : majalah muslimah No. 55)

Saturday, April 26, 2008

Penjurusan Coming Soon


Nah yang ini sih buat Sobat LA yang masih kelas X dan segera menuju penjurusan. Hmmm... perasaanya mungkin nggak jauh-jauh beda dari kakak-kakak kita yang akan menyongsong UNAS. Takut, cemas, bingung, dan bayang-bayang horor yang ’berbeda’ berebut saling mewarnai hari-hari akhir kelas sepuluh. (deuuuu...) Anyway mulai sekarang rundingkan dengan hati nuranimu sendiri, tanyalah pada lubuk hati yang terdalam jurusan apa yang sebenarya kalian inginkan. Jangan sampai kalian mmemilih jurusan karena ikut-ikutan teman. Udah nggak zaman lagi jadi buntut orang lain. Be your self!! Kalo masih bingung mending istikharah aja, mintalah pada Yang Maha Memberi Petunjuk untuk menunjukkan pada kita ’gerbang masa depan’ yang mana yang harus kita masuki. Rencanakan masa depanmu sebelum terlambat sobat! Next, selain itu kita juga harus menyesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan kita. Jangan sampai maksa diri sendiri ya! Bahaya...

Upzz... Sobat, jangan lupa juga untuk mengomunikasikan segala keputusanmu pada orang tua. Ini penting banget loh! Jangan sampai apa yang kamu pilih tidak mendapat ridhonya. Meskipun mungkin ada ketidakcocokan, tunjukkan pemikiran—pemikiran kalian dan planning masa depan kalian yang jelas. Tunjukkan bahwa kalian yakin mampu dan berani bertanggung jawab atas segala keputusan yang kallian ambil. Jangan lupa juga berdoa ya, ini poin paling penting lo!! Doakan juga orang tuamu bila memanng diantara kalian terjadi ketidaksepakatan. Tetap semangat ya!! Percayalah bahwa rencana Allah selalu indah. So di jurusan apapun kalian nanti melanjutkan dua tahun waktu belajar di SMA, tetaplah berprestasi dan tunjukkan pada dunia kalian bisa dibanggakan. Amin.

Detik-Detik Menjelang UNAS

Huaaa… UNAS udah tinggal itung jari nih sobat!! Wah pastinya kakak-kakak kelas kita sudah kebat-kebit banget nih. Dag...dig...dug ngak jelas. (hehehe) Anyway sebagai adik-adiknya yang berbudi luhur (ceilee) sudah selayaknya kita mendo’akan kakak-kakak kita agar mereka dapat lulus UNAS dengan nilai yang membanggakan. Amiin. Dan untuk kakak-kakak kita, ada beberapa tips untuk menyongsong detik-detik UNAS yang menegangkan ini…

Perbanyak Beribadah dan Berdo'a

Segala hal yang terjadi pada diri kita tak lain adalah karena kehendak-Nya. Bahkan tak satupun daun gugur yang luput dari rencana-Nya. So, perbanyaklah beribadah! Ada yang bilang kesuksesan seseorang terdiri dari 75% do’a dan 25% usaha! Nggak sepenuhnya mutlak sih! Tapi kita tak akan menyangkal bila masa depan kita berada di tangannya. So bedoa dan mohonlah kepada-Nya untuk kesuksesan kita. Allah tak pernah sekalipun memejamkan matanya, sobat! Next jangan lupa juga shalat taubat, hajat, dan tahjjud. Manfaatkan sebaik-baiknya waktu di sepertiga malam-Nya. Waktu mustajab dimana Allah begitu d ekat pada hamba-hamba yang berjaga untuk bertasbih kepada-Nya.

Belajar dengan Rajin dan Jangan Bergantung...

UNAS nggak belajar?? Duh jangan sampe deh!!! Taruhannya nyawa non?! (hehe) Tapi aku yakin deh kakak-kakak pasti sudah giat belajar. Belajar...berlatih..mengulang...dan mengulang.... Insya Allah yang kita usahakan tidak sia-sia. Tapi yang jadi masalah adalah kebiasaan kita menggantungkan diri pada sesama manusia. Deuuu... mentang-mentang menurut teori manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, bukan berati dalam uji an kita bergantung pada bantuan teman kita. Jangan sampe deh! Takutnya kalau yang ’digantungin’ nggak lulus, kita juga bisa nggak lulus! Naudzubillah. Jangan sampai deh ya! Lagipula sistem UNAS tahun ini lebih ketat.

So, mendingan belajar sendiri secara mandiri, ikut intensif di bimbel-bimbel, dan rajin PIB! Nggak usah deh pakai sistem ’gantung-gantung’! Bahaya, ntar kalo mati gimana?! (hehehe)

Minta Maaf pada Orang tua, Guru, dan Teman-teman kita


Menjelang detik-detik UNAS, ada baiknya kita melebur dosa kita pada sesama manusia yang pastinya sering banget kita sakiti. Utamanya pada orang
tua, selain meminta maaf, mohonkan juga do’a restu agar UNAS selalu diberi kesuksesan. Terutama ibu kita....ibu kita...dan ibu kita... Wanita perkasa yang telah membesarkan kita dengan darah dan peluhnya. Do’a seorang ibu adalah doa yang paling mustajab. So, jangan ragu untuk mencium kaki orang tuamu dan mintalah doa pada keduanya.

Selain orang tua, kita juga selayaknya meminta maaf pada Bapak-Ibu Guru, mereka adalah pendidik yang luar biasa jasanya pada kita. Dan tak dapat dipungkiri, selama tiga tahun ini, kita telah banyak berbuat salah kepada beliau. Jadi, jangan ragu untuk minta maaf dan memohon do’a kepada beliau. Selain Bapak-Ibu Guru di SMA, rasanya ide yang baik juga kalau kita menyempatkan waktu untuk mendatangi guru-guru SMP atau SD yang dapat kita jangkau. Hmm... layak dipertimbangkan kan?!

Eh... jangan lupa juga untuk meminta maaf pada teman-teman kita, sebagai insan yang paling sering kita temui dan berinteraksi, pastinya dosa kita pada mereka banyak banget. Mumpung masih ada kesempatan, kapan lagi??

The last, jangan lupa jaga kesehatan juga. Nggak mau dong ketika waktu ’perang’ tiba kita tergelatak tak berdaya di ranjang rumah sakit?! Naudzubillah. So, makan 4 sehat 5 sempurna and cukup istirahat. (hehe) Meskipun sedang rajin-rajinnya belajar, jangan sampai semua ini membuat kita stress, tetap stay cool aja. Percaya bahwa Rencana Allah selalu indah dan Dia melihat usaha kita. Satu lagi, ketika akan pergi ’bertempur’ jangan lupa untuk sungkem, mencium dan meminta do’a pada kedua orang tua. Good luck ya!!