
Pendidikan bagi sebagian orang selalu terkendala oleh biaya. Bahkan di era saat ini, masih terlalu banyak generasi muda kita yang tak tamat SD, SMP, dan SMA. Adapula yang sedikit lebih beruntung, bisa mengenyam pendidikan hingga taraf SMA tapi tak mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi (S1) krena lagi-lagi masalah biaya. Niat, kemauan, dan kemampuan ada, tapi apa daya, dana yang mengambil suara. Tak ada yang salah dengan saudara-saudara kita yang krang beruntung seperti itu, hanya saja ada yang kurang, yakni “semangat”.
Sedikit curhat, berdasarkan pengalaman pribadi, kebanyakan orang mengangap bahwa kuliah di UI dan hidup di jakarta identik dengan satu kata “MAHAL”. Satu kata yang menampar telak wajah anak daerah yang bahkan belum pernah menginjakkan kaki di ibu kota. Mengendurkan semangat dan bahkan hampir membunuh asa. Tak hanya mereka yang kurang mampu, bagi yang kondisi orang tuanya berada di taraf “cukup” pasti ngeri untuk membayangkan berkuliah di universitas sekaliber UI. Padahal anggapan itu tak sepenuhnya benar. Pengalaman pribadi saya mengatakan bahwa biaya yang dikeluaran untuk survive di jakarta hampir sama dengan yang “akan” saya keluarkan jika saya memilih berkuliah di daerah saya sendiri (surabaya).
Berbicara tentang kata “semangat” yang saya singgung di atas karena menurut saya masih banyak generasi muda kita yang memiliki niat, kemauan, dan kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang S1 tapi kurang memiliki semangat. Hal ini akan terlihat ketika di dihadapkan pada kesulitan ekonomi, maka dia memilih mundur dan tidak melanjutkan S1. Padahal andai saja ia mau menghidupkan api semangat di dadanya dan menjaga agar api itu tak mudah padam walau dihantam angin dan badai, saya yakin ia akan mampu melaluinya. Dengan semangat yang ia miliki ia psti akan selalu berfikir bahwa kuliah dan pendidikan nomer satu, yang lain bisa nyusul! Masalah biaya??? Banyak jalan yang bisa di tempuh, beberapa di antaranya adalah :
Beasiswa
Di perguruan tinggi terutama yang cukup punya “nama”, tersedia cukup banyak beasiswa. Ada yang diperuntukkan bagi mahasiswa dengan IPK tinggi atau bagi mahasiswa yang kurang mampu. Ada pula bentuk softlone atau pinjaman lunak dalam jangka panjang yang bisa diberikan. Khusus di UI, rektor UI yakni Prof. Dr. der soz Gumilar Rusliwa Soemantri telah menetapkan dalam SK Rektor bahwa UI tidak akan pernah mengeluarkan mahasiswanya hanya karena masalah finansial. Selain itu, di tingkat kemahasiswaan UI ada pula yang namanya adkesma baik di tingkat BEM atau himpunan mahasiswa. Makanya, jangan takut kuliah terutama di UI!!
Kerja dan Magang
Menjalani profesi ganda sebagai mahasiswa juga pekerja adalah hal yang lumrh dilakukan. Banyak sekali mahasiwa yang bekerja dengan berbagai macam alasan : mencari tambahan biaya hidup, membayar kuliah, atau sekedar mencari pengalaman saja. Lagi-lagi berbicara tentang UI, pihak UI menyediakan kuota untuk magang di berbagai bidang di UI, misalnnya di bagian administrasi kemahasiswaan, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain.
Selain cara-cara tersebut, secara praktik masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan. Kedua opsi tersebut hanyalah rangkuman dari berbagai cara yang bisa ditempuh orang-orang penuh semangat yang berusaha survive demi pendidikan. So keep fight guys!!












